Wujud Tugu Batu Kuda Di Tugu Cisolok

Tugu Batu Kuda Di Cisolok Dan Peninggalan Jaman Padjajaran, setelah mengalami kehancuran sang raja kerajaan Prabu Siliwangi mengasing kesebuah wilayah beserta rombonga yang senantiasa masih setia mengikutinya, ditengah perjalanan sang Raja kemudian mengeluarkan wangsit dan berpidato di hadapan para pengikutnya yang mana isi Pidatonya itu dikenal dengan nama Wangsit Siliwangi, dalam wangsitnya itu Prabu siliwangi memberikan kebebasan kepada para pengikutnya untuk menentukan pilihan dan memilih jalan masing masing supaya tidak selalu mengikutinnya karna ia tidak mau membawa para pengikutnya yang setia itu kedalam kesusahan, namun sang rajapun tidak melarang bila ada yang masih mau ikut dan terus setia bersamanya menjalani kehidupan dalam kesusahan.

Wangsit Prabu Siliwangi

“Kalian boleh memilih demi masa depan jalan untuk hidup bahagia dan sejahtera, dan kelak mendirikan lagi padjajaran, Bukan Padjajaran seperti saat ini tapi pajajaran yang baru, yang berdiri di tengah perubahan jaman. Aku tidak akan menghalang-halangi. Sebab bagiku tidak pantas seseorang menjadi raja ketika rakyatnya lapar dan menderita”

Bacaan Lainnya

Dari wangsit itulah rombongan kerajaan tersebut terpecah-pecah menyebar ke berbagai wilayah salah satu diantara rombongan tersebut mengarah ke arah selatan yang sekarang disebut Palabuhanratu, namun rombongan yang mengarah ke selatan itu dalam jumlah yang sedikit yang hanya berjumlah 3 orang yakni Nyi Putri Purnamasari (putri sulung sari istri ke tujuh prabu Siliwangi V), Rahyang Kumbang Bagus Setra (suami putri Purnamasari) dan Rakean Kalang Sunda pada Jaman Padjajaran.

Singkat cerita perjalanan rombongan yang berjumlah 3 orang ini tidak berjalan dengan dengan mulus dalam perjalanannya mengalami gangguan oleh kerajaan lainnya nyakni oleh pasukan Banten yang dipimpin oleh Jaya Antea, karna menurut Jaya Antea Rombongan ini sangat istimewa didalam rombongan ini terdapat putri yang sangat cantik yang menjadi obsesinya yakni Nyi Putri Purnamasari. Di kisahkan pula kecantikan Putri Purnamasari menjadi rebutan para pangeran sebelum kejatuhan Pajajaran dari banyaknya yang berniat meminang, Putri Purnamasari menjatuhkan pilihannya pada Rahyang Kumbang Bagus Setra yang merupakan pangeran dari kerajaan bawahan Pajajaran yakni Pajajaran girang.

Dari sepenggal perjalanan kisah diatas diperkirakan kehadiran manusia di Pelabuhanratu sudah ada sejak jaman megalitikum yang mana ditandai dengan adanya peninggalan peninggakan kebudayaan pada jaman tersebut yang Lokasi penemuannya dapat kita lihat di daerah Cengkuk Marga Laksana Cikakak nyaitu situs tugu gede cengkuk, yang lokasinya tidak jauh dari kota pelabuhanratu, dilokasi tersebut banyak ditemukan peninggalan peninggalan jaman megalitikum seperti Tugu/batu menhir dan peralatan rumah tangga yang masih terbuat dari batu.

Tugu Batu Kuda Dan Kerajaan Padjajaran

jaman padjajaran
Tugu Batu Kuda Di Kp.Tugu Cisolok Sukabumi

Arti megalitikum itu sendiri berasal dari bahasa yunani mega artinya besar dan lithios artinya batu sehingga kalau digabungkan menjadi megalitikum artinya batu besar, Pengertian batu besar disini adalah bangunan yang terbuat dari batu yang besar Jaman ini diperkirakan dimulai pada jaman batu muda hingga zaman logam Peningalan kebudayaan yang menjadi ciri jaman megalitikum adalah bangunan-bangunan besar terbuat dari batu seperti Tugu menhir, punden berundak, arca, dolmen dan sarkofagus. Selain di cengkuk, disekitar pelabuhanratu juga ditemukan  peninggalan jaman megalitikum seperti punden berundak, batu susun atau batu karut di dekat pantai hotel samudera beach dan Tugu Batu Kuda di Kp.Tugu Cikaruripan Cisolok Jawabarat.

Terimakasih telah membaca artikel Tugu Batu Kuda Di Cisolok Dan Peninggalan Jaman Padjajaran, untuk cerita dan artikel yang lebih serunya lagi bisa di klik –>disini <–

Silahkan Bagikan.. !

Pos terkait