Sejarah Singkat Penjajahan Belanda di Indonesia

penjajahan Belanda

Kemerdekaan yang dapat diraih oleh rakyat Nusantara tentu tidak pernah jauh dari cerita berbagai perjuangan para pahlawannya. Sejarah lepasnya Indonesia dari penjajah Belanda menjadi salah satunya, karena menyimpan banyak sekali hal-hal serta pelajaran yang dapat diambil hikmahnya saat ini.

Mulainya Penjajahan Belanda ke Indonesia

Penjajahan Belanda, Belanda mulai masuk Indonesia melalui jalur perdagangan yang pertama kali diinisiasi oleh Cornelia de Houtman pada tahun 1562. Ia berhasil menemukan dan membuka jalan dari Eropa menuju ke Nusantara yang disusul oleh negara lainnya yaitu Prancis, Portugis, hingga Inggris.

Bacaan Lainnya

Namun sayangnya, tujuan awal Belanda masuk ke Indonesia bergeser dari awalnya untuk perdagangan terutama rempah-rempahnya menjadi keinginan menguasai wilayahnya disebabkan potensinya yang tinggi tidak hanya dalam hal ekonomi namun juga politik.

Sejarah Berdirinya VOC

Penjajahan Belanda Saat sudah mulai menguasai Indonesia, Belanda mulai mendirikan VOC yang mana merupakan organisasi dagang untuk mengatur segala macam jual beli kekayaan Nusantara secara monopoli, sehingga merugikan petani yang mana merupakan penduduk pribumi.

Segala macam perdagangan khususnya rempah-rempah harus berada di bawah pengawasan. Seluruh hasil perkebunan harus dijual dan diserahkan ke pihak mereka. Namun, pada abad ke 18, VOC mengalami kebangkrutan sehingga jatuh ke tangan pemerintah Belanda.

Awal Mula Terjadi Pemberontakan

Semenjak VOC bangkrut, masuklah pemerintahan Inggris saat itu ialah Thomas Stanfors Raffles yangemerintah namun hanya dalam waktu singkat. Kemudian, Indonesia kembali dikuasai oleh Belanda. Di sini sejarah lepasnya Indonesia dari penjajah Belanda perlahan-lahan dimulai.

Kemudian, terjadi pemberontakan di pulau Jawa yang terkenal pada tahun 1825-1830 dikenal dengan perang Diponegoro. Namun, sayangnya peperangan ini belum menjadikan Indonesia bebas dari penjajahan Belanda dikarenakan kalah strategi.

Mulai Berdirinya Kelompok-Kelompok Nasionalis

Semakin lama, rakyat pribumi ingin lepas dari penjajahan Belanda, karena beberapa sistemnya yang tdak masuk akal dan menyengsarakan seperti sistem tanam paksa. Dimana penduduk diharuskan menanam rempah-rempah tanpa beristirahat berakibat jatuhnya banyak korban.

Maka mulai berdirilah gerakan nasionalis pertama di tahun 1905, yaitu Serikat Dagang Islam yang kemudian disusul oleh Budi Utomo pada 1908. Hal tersebut kemudian memicu terjadinya penindasan oleh pihak Belanda dengan mengasingkan para pelajar dan pemimpin rakyat pribumi.

Lahirnya Sumpah Pemuda

Pada tahun 1928, para pemuda Indonesia pun memberanikan diri untuk mengadakan deklarasi akan kedaulatan negerinya maka terciptalah Sumpah Pemuda. Hal ini menandakan bahwa seluruh rakyat pribumi tidak lagi berjuang sendiri-sendiri namun bersatu untuk mengusir penjajah.

Dengan semangat dan tekat ini, membuat persatuan di kalangan anak muda semakin kuat. Tidak heran tidak di seluruh nusantara mengebu-gebu untuk merebut kemerdekaan.

Runtuhnya Kekuasaan Belanda di Indonesia

Pada tahun 1940, Belanda mengalami serangan dari berbagai negara oposisinya seperti Jerman dan Jepang. Menjadikannya kehilangan kekuasaan akan Indonesia pada tahun itu pula atas Negeri Sakura. Sehingga penjajahan Negeri Kincir Angin tersebut pada Nusantara berakhir.

Namun, sejarah lepasnya Indonesia belum sepenuhnya berakhir meski Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II, Indonesia terlepas dari penjajahan negeri tersebut. Hal itu dimanfaatkan kembali oleh Negeri Kincir Angin untuk kembali menguasai Nusantara.

Kembalinya Belanda ke Indonesia

Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, Belanda kembali memasuki Indonesia dan berusaha menduduki Batavia yang sekarang Jakarta agar dapat kembali berkuasa. Sehingga, saat itu pusat pemerintahan dipindahkan sementara ke Yogyakarta dengan berbagai pertimbangan.

Belanda melakukan berbagai agresi militer untuk kembali mendapatkan kekuasaan di Indonesia. Namun, tentu saja rakyat Nusantara sudah jauh lebih baik dalam menangani hal tersebut. Pertumpahan pun terjadi hampir seluruh wilayah dengan melibatkan ribuan pejuang.

Berakhirnya Penjajahan Belanda di Indonesia

Setelah melalui berbagai pertumpahan darah sejak kemerdekaan, Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia pada akhir tahun 1949. Semenjak itu, tidak ada lagi penjajahan oleh negara lain di Nusantara hingga saat ini. Namun, tentu saja beberapa peninggalannya masih tetap ada.

Meski banyak sekali pertumpahan darah yang terjadi selama lepasnya Indonesia dari penjajah Belanda, namun tidak menyurutkan semangat rakyatnya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan negeri ini.

Sejarah Singkat Penjajahan Belanda di Indonesia Demikian lah tulisan singkat mengenai sejarah lepasnya Indonesia dari penjajah Belanda. Sebagai bangsa yang besar tentu harus menghargai jasa para pahlawannya dengan meneruskan perjuangannya serta ikut membantu mempertahankan kedaulatan negeri ini.

Silahkan Bagikan.. !

Pos terkait