Sejarah Hotel Samudera Beach Dan Kamar 308 Nyi Rorokidul

nyi rorokidul

Sejarah Hotel Samudera Beach Dan Kamar 308 Nyi Rorokidul,  Samudera beach hotel adalah suatu Badan Usaha Milik Negara yang dibangun pada tahun 1962 dan selesai pada tahun 1965 tiga bulan lebih cepat dari waktu yang telah direncanakan, yang belum selesai adalah Restoran terapung didepan hotel hanya pondasi pondasinya saja yang terlihat karna disaat pembangunanya diterjang ombak besar yang tidak memungkinkan proses pembangunannya untuk diteruskan, biaya pembangunannya dari papasan perang jepang dan pelaksana pembangunannya adalah PN pembangunan perumahan indonesia dan Taeshe Kanko Kabuzuki Kaisa dari Jepang, Samudera Beach Hotel dibangun diatas lahan seluas kurang lebih 60 Hektar termasuk lahan untuk pembuatan lahan Golf seluas 35 Hektar, tinggi bangunan 32 Meter panjang 100 meter lebar 13 Meter, letak bangunannya memanjang dari timur ke barat bertulang beton dan menghadap Samudera Hindia.

Samudera beach hotel terletak didaerah sukawayana kecamatan cikakak dekat gunung tangkil yang terkenal cukup angker, sejak pembangunan hotel tersebut banyak kejadian kejadian aneh terjadi dan seringnya wisata tergelam terbawa arus pusaran air laut yang tiba tiba datang dekat hotel, karna saat awal managemen hotel beroperasi dibawah Okura Hotel Tokyo Jepang dan dipimpin oleh orang orang jepang dari tahun 1965 hingga 1970 diantaranya Hirochi Machida, Toriyaki miyajawa, Koki sazaki dan Tazewo Suzuki, mereka tidak menyadari bahwa kejadian kejadian mistis yang sering terjadi itu adalah tanda komunikasi magis yang perlu diterjemahkan cara pandang supranatural tingkat tinggi.

Bacaan Lainnya

Salah satu karyawan lokal hotel yang memiliki kemampuan supranatural tingkat tinggi Raden Yudi Haryono anak dari Tahar Sidik Jaja prana penyampaikan informasi wangsit kepada managemen hotel dari jepang tersebut bahwa pantai selatan itu ada penguasanya nyaitu Nyi Rorokidul, dalam komunikasi Magis raden Yudiharyono dan Nyi Rorokidul Ratu Pantai Selatan tersebut menyampaikan bahwa kamar 308 itu tidak boleh disewakan karna miliknya dan menyampaikan bahwa nuansa kamarnya harus serba hijau.

Kamar 308 Nyi Rorokidul

Maka karna banyaknya kejadian kejadian aneh tersebut pihak managemen hotel Okura Jepang menyetujuinya bahwa kamar 308 tidak disewakan kepada umum dan hal ini juga diperkuat oleh perintah Presiden Soekarno yang mengatakan Beliau juga sudah berkomunikasi dengan Nyai Rorokidul dan membenarkan informasi karyawan lokal tersebut.

Dahulu Presiden Soekarno suka bermeditasi dikamar 308 tersebut walaupun Soekarno sudah memiliki tempat pengistirahatan Khusus Sebuah pesanggrahaan atau istana presiden yan terletak didaerah tenjoresmi Citepus, namun beliau juga suka datang ke Hotel samudera beach yang terletak di sukawayana palabuhanratu sukabumi. semenjak itu Raden Yudi Haryono di daulat oleh managemen hotel okura jepang sebagai kuncen kamar 308 dan memiliki Catrik yang bernama Mang Acil yang selalu setia mengantar para tamu bila ingin bermeditasi dikamar 308, namun sayangnya kuncen yang merangkap sebagai karyawan hotel tersebut Raden Yudi Haryono meninggal pada tahun 1988 pada usianya yang ke-47 tahun sehingga hubungan komunikasi magis dengan nyai rorokidul dilanjutkan oleh Mang Acil yang sekarang sudah pensiun yang memiliki kemampuan supranatural tinggi meneruskan langkah Raden Yudi Haryono Bin Tahar Sidik Jajaprana.

Grand Inna Samudra Beach merupakan salah satu bangunan yang termasuk dalam kawasan Geopark Ciletuh. Penetapan Grand Inna Samudra Beach sebagai bagian dari Geopark Ciletuh karena bangunan hotel tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi. Oleh karena itu, pihak pengelola hotel sangat berhati-hati mempertahankan nilai sejarahnya ketika sedang merenovasi hotel ini agar terlihat lebih modern.

PT Hotel Indonesia Natour (Persero) sebagai pemilik dan pengelola hotel Grand Inna Samudra Beach telah melakukan renovasi interior kamar secara bertahap, dimulai pada 2014 untuk seluruh kamar di lantai lima dan enam. Menyusul kemudian secara berturut-turut direnovasi adalah kamar-kamar di lantai tujuh, serta tiga dan empat.

Kamar 308 Nyi Rorokidul

Grand Inna Samudra Beach berlokasi di Jalan Raya Cisolok Km 7, Pelabuhan Ratu. Hotel ini pun hanya berjarak sekitar dua jam dari Geopark Ciletuh sebagai primadona wisata baru di Kabupaten Sukabumi. Karena itu, Grand Inna Samudra Beach merupakan hotel yang tepat untuk memulai menjelajah Geopark Ciletuh maupun obyek wisata lain di Pelabuhan Ratu, seperti Pantai Cimaja, Pantai Karang Hawu, pemandian air panas Geyser Cisolok, pasar ikan, desa adat Sinar Resmi, Goa Lalay, atau arung jeram di Sungai Citarik.

Di kawasan Grand Inna Samudra Beach ini juga terdapat beberapa geosite, antara lain Batu Karut, Batu Susun, dan Karang Naya. Grand Inna Samudra Beach juga telah bekerja sama dengan beberapa tur operator untuk mendampingi para tamu menjelajah obyek wisata Geopark Ciletuh.

Silahkan Bagikan.. !

Pos terkait