Sejarah Candi Borobudur Terlengkap Dari Awal Hingga Sekarang

Sejarah Candi Borobudur mengalami tahapan cukup panjang. Bangunan yang pernah ditetapkan sebagai warisan kebudayaan dunia oleh UNESCO ini telah dibangun sejak lama. Merupakan bangunan candi Budha yang paling besar di dunia.
Mengetahui sejarah Candi ini merupakan salah satu cara melestarikan warisan budaya yang telah ada. Berikut adalah sejarah lengkap Candi Borobudur dari awal mula dibangun hingga proses pemugaran oleh pemerintah Indonesia.

Asal Usul dan Sejarah Candi Borobudur

Candi Borobudur berada di kawasan Magelang, Jawa Tengah. Berdasarkan cerita sejarah, Candi Borobudur pertama kali dibangun pada masa Dinasti Syailendra. Kala itu, penganut agama Budha Mahayana mendirikan candi berbentuk stupa. Diperkirakan upaya pembangunannya dilakukan pada abad 8M.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, asal usul dari candi fenomenal ini masih menjadi misteri. Terlebih tentang tujuan pembangunan candi. Karenanya, tidak sedikit cerita rakyat yang mencoba menjawab misteri Candi Borobudur tersebut.

Namun demikian, pendapat bahwa candi ini dibangun pada abad ke 8 dan 9M dibuktikan dengan adanya kesamaan aksara prasasti kerajaan dan kain Karmawibhangga. Diperkirakan, pembangunan dilakukan dalam jangka waktu kurang lebih 100 tahun sampai tahun 825M pada masa raja Samaratungga.

Tidak ada satupun bukti sejarah yang menunjukkan siapa pendiri Candi Borobudur. Namun, para ilmuan sepakat candi ini merupakan peninggalan agama Budha yang ada di Indonesia kala itu. Proses pembangunannya tidak berselang lama dengan pembangunan candi Prambanan.

Tahap Pembangunan Candi Borobudur

Pembangunan Candi Borobudur setidaknya melalui empat tahapan. Sekitar tahun 750M, pembangunan dimulai dengan peletakan pondasi dasar. Terbuat dari batu andesit yang ditata rapi dengan tingkat bersusun layaknya piramida. Namun, kemudian diganti dengan tiga undakan pertama.

Tahap berikutnya dilakukan penambahan dua undakan berbentuk persegi, satu undak berbentuk lingkaran dan pagar langkan. Ditambah dengan satu stupa berukuran cukup besar di bagian atas. Sementara pada tahap ketiga, ada pembongkaran stupa besar menjadi tiga undak lingkaran.

Selain itu, ada tambahan stupa-stupa kecil yang melingkar dengan satu stupa besar di tengahnya. Tidak hanya itu, pada tahap ketiga ini ada pelebaran pondasi candi serta kaki tambahan. Adapun tahap ke empat adalah tahap terakhir dari pembangunan Candi Borobudur.

Di tahap ini, proses finishing dan beberapa perubahan dilakukan. Di antaranya adalah tambahan pagar langkan terluar, menyempurnakan relief yang ada, pelebaran kaki dan perubahan tangga serta pelengkung. Diperkirakan, tahap ke empat ini selesai pada 850M.

Diperkirakan pula, sekitar tahun 928 sampai dengan 1006, candi ini ditinggalkan karena ada pemindahan ibu kota Medang ke Jawa Timur oleh Raja Mpu Sindok. Hal ini disebabkan karena letusan gunung berapi kala itu.

Penemuan dan Pemugaran Kembali Candi Borobudur

Candi Borobudur sempat terkubur oleh debu vulkanik dan tanah dalam waktu yang lama. Sehingga, bentuknya pun menyerupai bukit. Namun, candi ini berhasil ditemukan kembali pada 1814M. Bertepatan dengan penjajahan Inggris di Jawa di bawah pimpinan Rafless.

Ia mendengar mengenai sebuah candi besar di Bumisegoro. Tertarik dengan hal itu, ia pun memerintahkan Cornelius untuk menelitinya. Pohon dan semak belukar yang ada di bukit kawasan candi berhasil ditebang dalam jangka waktu 2 bulan.

Akhirnya, lapisan tanah yang mengubur candi berhasil dibersihkan. Kerja dari Cornelius tersebut dilanjutkan oleh Hartmann. Alhasil, pada 1835M candi berhasil tergali semuanya. Berbagai penelitian pun dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda. Sejak saat itu, Candi Borobudur semakin populer di dunia.

Pada 1900, pemerintah Hindia Belanda pun melakukan upaya pelestarian terhadap candi ini dengan membentuk komisi khusus. Di antara upaya pelestariannya adalah memindahkan batu, mengatur sudut bangunan, memperbaiki drainase hingga pemugaran pagar. Proses tersebut berlangsung mulai 1907-1911M.

Kemudian, setelah Indonesia merdeka, pemugaran beberapa kali dilakukan. Bahkan, pemerintah kala itu mengajukan pemugaran besar-besaran pada dunia internasional pada akhir 1960M. Sehingga, terjadilah kerja sama dengan UNESCO guna melakukan perbaikan besar mulai tahun 1975-1982M.

Alhasil, ketika perbaikan selesai, UNESCO menobatkan Candi Borobudur sebagai warisan dunia pada 1991M.
Itulah sejarah Candi Borobudur yang telah mengalami perbaikan demi perbaikan. Hingga hari ini masih tetap dapat dinikmati sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.

Silahkan Bagikan.. !

Pos terkait